Belokkan Indah itu Bernama Halaqah
Bismillahirrahmanirrahim.
Aku mulai blog ini dari kisah pribadi semasa seragam biru dulu. Masa dimana Allah titipi cahayanya padaku. Di hari yang spesial, aku ingat persis hari itu seperti biasanya aku ingin segera pulang menuju rumah. Tapi, ada yang menahanku hingga langsung membuat belok menuju mesjid sekolah. Rupanya disana sedang ada sosialisasi program tahfidz. Dengan wajah yang polos aku masuk tanpa malu. Kusapa teman2 sejawat, responnya menembus hingga relung hati senyuman yang meneduhkan.
Allah.. kulihat mereka penuh cahaya qur'an. Aku ingin seperti mereka ya Allah.. Hingga dari pertemuan itulah aku secara rutin setiap pekan mengadakan halaqah qur'an. Menghafal kitabullah, belajar bahasa arab, tahsinul qiro'ah, hingga kajian majelis ta'lim aku selalu sempatkan hadir seminggu sekali.
Aku begitu ingat, dimalam yang agak dingin menusuk hingga tulang. Sepulang sekolah aku selalu menyempatkan diri menuju rumah tempat halaqah hingga isya menjelang. Bapak (Rahimahullah) dengan senang hati selalu menjemput anak gadisnya sepulang halaqah. Diboncengnya dengan syahdu hingga bermekar senyum mempesona menyambut salam hangat untuk anaknya. Ya, ku tahu hati bapak bahagia saat mendengar anaknya begitu banyak belajar dan semangat untuk ngaji.
Masa smpku hingga telah usai, diakhir perjalanan seragam biru.. Allah memanggil Bapak duluan, Allah rindu dengan bapak. Tangisku pecah, namun satu hal yang aku percaya.. Allah tak mungkin memberikan kesempatan singkat pertemuan didunia, pasti Allah akan berikan pertemuan yang lebih lama ketika di surga.
Bapak, jasa yang sangat besar untuk memberikan fasilitas anaknya halaqah, menjadi support system yang baik. Hingga kini usiaku 21 tahun aku memaknai hikmah dari belokan diseragam putih biru dulu. Bahwa itu bukan belokan biasa, namun belokan yang meluruskanku, yang menajaga dan menyelamatkanku dari belenggu kefanaan.
Aku tak bisa mengira, jika Allah tak memilihku saat itu untuk menjadi satu diantara hambaNya yang dititipi shibgahNya, tak tau sekarang aku akan seperti apa. Aku benar-benar bersyukur atas rahmatNya, hingga aku menemukan Allah disetiap aktivitasku hingga saat ini.
Comments
Post a Comment