Belajar adalah Ibadah maka Berprestasi adalah Dakwah
Bismillahirrahmanirrahim.
Semasa SMA aku bersyukur pada Allah. Dimasa itu Allah bukakan jalan-jalan kemudahan, aku berbaik sangka bahwa ini adalah berkah dari halaqah dan qur'an yang selalu ku bawa. Bukan karena kebetulan, bukan karena keberuntungan atau karena otak yang cerdas. No, No No.. semua karena kasih sayang Allah.
Beberapa pekan baru masuk sekolah, pak Willy mengabari bahwa aku menjadi delegasi untuk ikut kemah Rohis Nasional di jakarta tahun 2016 lalu. Aku terkejut, dari sekian banyak siswa yang ada di sekolah kenapa aku, jawabannya mungkin itu Allah yang pilih. Hingga akhirnya selama kurleb 1 pekan aku ikut kemah, bertemu dengan teman2 dari sabang sampai merauke bisa merasakan bagaimana suasana dakwah mereka, medan dakwah dan strategi dakwah yang digunakan. Yang membuat terenyuh adalah saat aku satu tenda dengan orang minang dan dia bercerita tentang dakwahnya yang menantang. Dari perjalanan kemah itu aku memetik hikmah, ternyata ujian di jalan dakwah itu pasti ada. Sekelas nabi dan rasulpun Allh uji, apalagi kita manusia biasa, tapi di Qs. Al-Ankabut ayat terakhir Allah bilang : Walladziina jaa hadu fiina lanahdiyannahum shubulana wa innallaha lama'al muhsinin.. Allah itu akan berikan jalan bagi orang yang berjuang dan berusaha, dan Allah pasti bersama orang-orang baik.
Selepas dari kemah rohis yang aku diamanahi menjadi Kepala Tim Keputrian saat itu aku memaknai amanah dengan penuh sungguh-sungguh. Ku coba berikan suasana baru disetiap pekanannya dengan inovasi mengupgrade skill para akhwat, ku coba tawarkan program shalat dhuha setiap hari, tilawah dan kultum terpusat dan ternyata Alhamdulillah bisa terealisasi.. betapa bahagianya bukan main, saat syi'ar-syi'ar itu menyala di sekolah..
Aku juga ikut aktif di organisasi MPK dan OSIS, bahkan aku dijadikan kandidat ketua osis secara terpaksa oleh Pak Jaka (Wakasek kesiswaan), sungguh aku masih belum sanggup saat itu dan aku bukan tipe orang yang suka show up atau haus dengan ketenaran. Hingga akhirnya aku dijadikan sebagai ketua osis 2. di forum osis dan mpk aku aktif untuk mengkampanyekan nilai seorang muslim, menata agar lebih disiplin.
Dibidang akademik, aku mengikuti lomba Olimpiade bidang kebumian yang qadarullah hanya masuk 10 besar tingkat kabupaten. Aku juga ikut lomba lcc kimia dan pesta sains nasional di ipb, menjadi delegasi kemah karakter jawabarat yang semua aku ikuti sebagai salahsatu bentuk modal dakwah. Semasa2 itupun aku coba untuk melatih diri agar waktu tak terlewat tanpa makna, ku bantu ibu dengan mengajar private anak tetangga dan tahfdz anak2, hingga saat aku pulang sekolah pukul 5 sore aku akan langsung mengajar private dan baru pulang ke rumah menjelang isya. Cape iya sih, tapi nikmatnya luar biasa.. Seakan2 Allah menjagaku lewat setiap detak detik waktuku agar tak terbuang dengan percuma.
Setiap pagi, jika aku sedang kebetulan membawa kendaraan bermotor aku selalu berazzam untuk mengangkut siapa saja yang kutemui dan mengajak untuk ku boncengi ke sekolah (asal akhwat). Karena ku percaya, saat aku mencoba untuk membantu orang lain, maka Allah pasti akan bantu aku saat aku membutuhkan pertolongan dari jalan yang tak pernah di sangka.
Maka ku maknai dengan sungguh-sungguh, bahwa belajar adalah ibadah. Saat adab-adab menuntut ilmu benar2 diperhatikan, maka pon plus lain akan mudah untuk Allah menghadirkannya. Allah Makes it Easy. Gampang buat Allah mah. Mari selalu bersyukur tanpa libur. :)
Comments
Post a Comment